Virus “amateur radio”

Awal tahun 2009 keinginan untuk mulai “oprek-oprek” radio kambuh lagi.  Apakah memang ini penyakit kambuhan yang sudah larut dalam darah dan kronis……. Semoga menjadi awal yang baik.

aboutcpo1

Yah begitulah………. kenangan lama yang menyeret untuk selalu dekat dengan “radio”, radiasi yang telah meracuni seluruh kehidupanku lebih dari 30 tahun.

Kegiatan “amatir radio” di Indonesia jauh lebih lama dari “waktuku!”  Banyak cerita dari para senior kehebatan-kehebatan mereka, aktivitas mereka yang begitu “heroik” dan banyak hal yang dapat dibanggakan.

Generasiku hanyalah pewaris yang tinggal menikmati perjuangan mereka dan tentunya telah banyak “kontaminasi” selama kurun waktu berlalu…..

Iklan

7 Tanggapan to “Virus “amateur radio””

  1. bambang rijanto Says:

    wah cocok nemu sedulur, eks YC3SF sekarang hijrah ke YC7WI, baru berfikir ndirikan antenna dan dimana bisa QSO

    • hallo mas Bambang, ayo cepetan pasang antena dan CQ CQ lagi….. Di 7-call area mestinya masih banyak lahan untuk ngebentang antena dan segala macam acccesorinya kan.

      Biasanya aku QRV di 3.810MHz Sekitar jam 12 UTC, antena yang sudah terpasang baru satu ler kawat dengan model : Off Center Fed Inverted V Dipole yang ngebentang di atas sawah penduduk belakang rumah.

      Minggu kemarin (12 Juli 2009) lagi setting yagi 6 elemen 3 bander (HyGain TH6-dxx) dan belum selesai masih digantung di tiang jemuran belakang rumah yang sedianya mau ikutan kontes IARU HF Champion 2009, ternyata gak kesampaian……….. wah nunggu lagi event yang akan datang

      CQ CQ YC7WI …………………… de YB2CPO K…….

  2. Om saya juga punya minat ikut amatir radio……tapi para senior kok pada diam nggak ada pembinaan untuk anak-anak usia pelajar ya. Trus pewarisnya siapa nanti.

    • Halo Ami, welcome kalau tertarik untuk menjadi amatir radio. Menurut pengalaman saya, menjadi seorang amatir radio adalah kemauan diri sendiri secara sadar dan merasa “comfort” = nyaman untuk melakoninya. Perlu dicermati, “senior” yang mana yang dimaksud diam. Dewasa ini perkembangan amatir radio sudah sangat komplek baik dari segala sisi. Ada yang berkeinginan “culture” amatir radio yang sesui dengan bumi Indonesia ada yang tetap ingin apa adanya “pure” amatir radio dengan segala keunikannya.
      Pembinaan di Indonesia selama ini dilakukan melalui kegiatan JOTA (Jamboree On The Air) baik yang nasional maupun internasional. Beberapa rekan melakukan sosialisasi pada acara Ham Festival, Workshop yang membutuhkan effort besar baik secara individu maupun organisasi. Secara tidak langsung pada saat saling komunikasi diudara para senior juga melakukan pembinaan yang dapat di ambil oleh para juniornya atau simpatisan. Jadi pada prinsipnya pembinaan oleh para senior itu tidak harus berwujud formal berupa “paket” atau forum resmi pembinaan.
      Dewasa ini media publikasi sudah sangat banyak khususnya bidang amatir radio dari sanalah pembinaan dapat diperoleh dari para “senior”. Baik melalui tulisan-tulisannya yang telah mendapat pengakuan publik dan dari penerbit yang popular, maupun sekedar oret-oretan pada blog, maupun paparan-paparan pada seminar atau sarasehan lokal maupun internasional.
      Pendapat saya menjadi amatir radio adalah kemauan yang besar dari dalam diri individu yang dapat menemukan sesuatu keasyikan pada dunia amatir radio sehingga individu tersebut mampu bertahan dan “survive” sehingga secara moral mampu bertanggung jawab atas konsekwensi yang timbul atas apa yang telah menjadi keputusannya menjadi seorang amatir radio. Pembinaan akan muncul dari diri sendiri dan lingkungan yang dimasukinya, disini perlu waspada dan memilah-milah bagian mana yang benar-benar harus diambil dan bagian yang segera harus dicampakkan, yang selanjutnya akan memunculkan seorang amatir radio yang “qualified” secara universal.

    • Andai, menteri pendidikan Indonesia seorang amatir radio, ketua MPR Indonesia seorang amatir radio… akankah pengenalan amatir radio dimasukkan dalam kurikulum sekolah? Atau para kepala sekolah seorang amatir radio dapat mengusulkan pelajaran extra kurikuler “pengenalan amatir radio” seperti di negara “paman sam” ?

  3. Ngurus IAR untuk pemula cara gimana & duitnya berapa thanks…..

    • Mas Fatih,

      Untuk tiap daerah akan berbeda-beda mengenai pembayarannya, sebagai contoh akan saya sampaikan yang berlaku di ORARI Daerah Jawa Tengah sebagai berikut :

      PERSYARATAN PENGAJUAN IAR
      SESUAI PERMEN 33, DAN HASIL RAKERNAS 2 TAHUN 2009

      PENGAJUAN IAR ANGGOTA BARU / KENAIKAN TINGKAT :

      Persyaratan Administrasi :
      a. Mengisi Blanko Formulir : 2, 3, 4, 5, (diketik)
      b. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau tanda pengenal lainnya yang masih berlaku.
      c. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), khusus bagi anggota TNI/Polri yang masih dinas aktif cukup surat keterangan dari kesatuan masing-masing.
      d. Foto copy SKAR atau Sertifikat Radio Elektronika dan Operator Radio yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral.
      e. Pas photo berwarna terbaru dengan latar belakang warna MERAH ukuran 2 x 3 cm sebanyak 5 (lima) lembar.
      f. Surat pernyataan tidak keberatan dari orang tua/wali atau keterangan dari kepala sekolah bagi mereka yang belum berusia 17 (tujuh belas) tahun.

      Biaya Administrasi :
      1. PEMULA Rp. 222.000,00
      2. SIAGA Rp. 273.000,00
      SIAGA (Kenaikan Tingkat) Rp. 238.000,00
      3. PENGGALANG/PENEGAK Rp. 340.000,00

      PEMBAHARUAN IAR :

      Persyaratan Administrasi :
      a. Mengisi Blanko Formulir : 2, 3, 5, (diketik)
      b. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau tanda pengenal lainnya yang masih berlaku.
      c. Foto copy IAR
      d. Foto copy KTA
      e. Pas photo berwarna terbaru dengan latar belakang warna MERAH ukuran 2 x 3 cm sebanyak 5 (lima) lembar.

      Biaya Administrasi :
      1. PEMULA Rp. 137.000,00
      2. SIAGA Rp. 188.000,00
      3. PENGGALANG/PENEGAK Rp. 290.000,00

      Semarang, Desember 2009
      Sekretariat ORDA Jateng

      PERHITUNGAN BIAYA PENGAJUAN IAR
      KENAIKAN TINGKAT
      YANG DISETOR KE REKENING 5000004256
      TABUNGAN POS (EX GIRO F.31.37)
      ________________________________________________________________

      TINGKAT SIAGA (YD) KE PENGGALANG (YC) :

      > IAR Siaga sudah Habis Rp. 273.000,00
      > IAR Siaga masih berlaku 1 (satu) tahun Rp. 249.000,00
      > IAR Siaga masih berlaku 2 (dua) tahun Rp. 225.000,00
      IAR berlaku 3 (tiga) bulan keatas dianggap 1 (satu) tahun

      TINGKAT PENGGALANGH (YC) KE PENEGAK (YB) :

      > IAR Penggalang sudah Habis Rp. 340.000,00
      > IAR Penggalang masih berlaku 1 (satu) tahun Rp. 316.000,00
      > IAR Penggalang masih berlaku 2 (dua) tahun Rp. 292.000,00
      > IAR Penggalang masih berlaku 3 (tiga) tahun Rp. 268.000,00
      > IAR Penggalang masih berlaku 4 (empat) tahun Rp. 244.000,00

      IAR berlaku 3 (tiga) bulan keatas dianggap 1 (satu) tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: